Koperasi kredit (kopdit) merupakan usaha jasa & bukan usaha barang. Artinya dalam usaha kopdit lebih banyak melibatkan komponen manusia bukan komponen barang. Karena yang harus disadari bahwa:
1. Barang jasa itu tak berwujud (tidak bisa dilihat, diraba, dirasakan) sehingga sulit untuk menjelaskannya. Maka dalam setiap usaha jasa dituntut pegawai pemasaran yang sopan, ramah & supel agar kelihatan menarik.
2. Barang jasa tidak dapat langsung dinikmati.
3. Barang jasa kopdit sangat non-standarisasi, artinya bentuk, kualitas/jenis,dll tergantung pada siapa, dimana & bagaimana jasa itu dihasilkan.
Oleh sebab itu, kopdit harus melakukan beberapa upaya antara lain:
1. Melakukan investasi pelatihan personal supaya mutu setiap anggota semakin berkualitas.
2. Mencoba mendekati standarisasi dengan pendidikan yang terukur seperti manajemen audit, pemasaran,dll.
3. Memantau kepuasan anggota melalui sistem saran & keluhan, survei anggota, dsb untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang memang diperlukan.
Berikut beberapa pedoman untuk memasarkan kopdit secara efektif:
1. Kopdit adalah milik bersama jadi setiap anggota wajiblah mencari anggota yang baru.
2. Dalam menjaring anggota baru maka perlu dijelaskan kepada calon anggota mengenai kopdit yang bersangkutan lewat buku, buletin, pamflet, dsb.
3. Calon anggota perlu dipastikan bukti nyata keberadaan kopdit yang bersangkutan dimana kantornya, ada laporan keuangannya, dsb.
4. Pastikan bahwa hak-hak anggota terpenuhi seluruhnya dengan syarat bahwa mereka sudah menunaikan seluruh kewajibannya.
Minggu, 19 Desember 2010
Bisnis Internasional
Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk di sini lingkupnya luas bisa antar perorangan atau perorangan dengan organisasi atau pemerintah dengan pemerintah atau antar organisasi. Di masa sekarang kegiatan perdagangan internasional sangat mempengaruhi GDP suatu negara karena telah mendorong terjadinya industrialisasi, berkembangnya transportasi, bahkan mempengaruhi peradaban umat manusia.
Sementara pemasaran internasional adalah pemasaran yang kegiatan operasinya telah melewati batas-batas lebih dari satu negara.
Yang perlu dipahami di sini adalah bahwa perdagangan antar negara tidaklah sama. Perbedaan ini disebabkan oleh antara lain perbedaan tarif & non tarif barriers, kuota, embargo, pengendalian nilai-tukar, reaksi atas kebijakan internasional (misalnya anti proteksionisme, anti-dumping), asosiasi antar negara & antar wilayah kepentingan tertentu, budaya, bahasa & kultur setiap negara tidaklah sama.
Kegiatan perdagangan diddasari oleh beberapa konsep keunggulan relatif antara lain:
1. Teori Absolute Cost Advantages (Teori Keunggulan Absolut) yaitu salah satu negara memproduksi barang yang lebih murah daripada negara lain.
2. Teori Comparative Cost Advantages (Teori Keunggulan Komparatif) yaitu salah satu negara dapat memproduksi beberapa barang yang salah satu diantaranya lebih murah dari negara lain.
Strategi-strategi yang bisa dipilih untuk bisa masuk pasar internasional:
1. Ekspor (aktif maupun pasif)
2. Licensing
3. Joint venture (concorcia, management, manufacturing)
4. Direct investment
Tahap-tahap untuk memasuki dunia bisnis internasional:
1. No foreign marketing, artinya perusahaan sudah mulai berhubungan dengan dunia internasional tetapi bukan karena inisiatif sendiri atau karena sudah melakukan upaya sendiri sehingga hal itu bisa terwujud. Produk dari perusahaan tersebut beredar di pasar internasional karena pesanan langsung dari konsumen luar negeri, atau karena usaha eksprotir yang menawarkan produk tersebut ke pasar internasional, atau bisa juga karena pembeli dari luar negeri datang langsung untuk melihat & melakukan perjanjian pembelian produk perusahaan tersebut.
2. Infrequent foreign marketing, artinya perusahaan menjual produknya ke pasar internasional apabila produk yang dihasilkannya surplus. Jadi, sifatnya tidak berkelanjutan karena apabila pasar domestik mampu menyerapnya maka langkah ini tidak perlu dilakukan.
3. Regular foreign marketing, artinya produsen sudah mulai melakukan perencanaan untuk melakukan ekspansi ke pasar internasional dengan cara dipasarkan sendiri, atau lewat penyalur domestik, atau distributor asing. Jadi, setelah seluruh pasar domestik berhasil dikuasai maka mulai berkembang untuk masuk ke pasar internasional.
4. Global marketing operations, artinya produsen sudah benar-benar terlibat secara global & tidak sebatas pemasaran internasional saja, seperti operasional produksi berskala internasional, terlibat persaingan yang kompetitif dengan kompetitor-kompetitor global.
Perusahaan multinasional atau PMN adalah perusahaan yang berusaha di banyak negara; perusahaan ini biasanya sangat besar. Perusahaan seperti ini memiliki kantor-kantor, pabrik atau kantor cabang di banyak negara. Mereka biasanya memiliki sebuah kantor pusat di mana mereka mengkoordinasi manajemen global.
Perusahaan multinasional yang sangat besar memiliki dana yang melewati dana banyak negara. Mereka dapat memiliki pengaruh kuat dalam politik global, karena pengaruh ekonomi mereka yang sangat besar bagai para politisi, dan juga sumber finansial yang sangat berkecukupan untuk relasi masyarakat dan melobi politik.
Karena jangkauan internasional dan mobilitas PMN, wilayah dalam negara, dan negara sendiri, harus berkompetisi agar perusahaan ini dapat menempatkan fasilitas mereka (dengan begitu juga pajak pendapatan, lapangan kerja, dan aktivitas eknomi lainnya) di wilayah tersebut. Untuk dapat berkompetisi, negara-negara dan distrik politik regional seringkali menawarkan insentif kepada PMN, seperti potongan pajak, bantuan pemerintah atau infrastruktur yang lebih baik atau standar pekerja dan lingkungan yang memadai.
PMN seringkali memanfaatkan subkontraktor untuk memproduksi barang tertentu yang mereka butuhkan.
Perusahaan multinasional pertama muncul pada 1602 yaitu Perusahaan Hindia Timur Belanda yang merupakan saingan berat dari Perusahaan Hindia Timur Britania.
Sumber: www.wikipedia.org
www.kppn-tanjungredeb.net
Sementara pemasaran internasional adalah pemasaran yang kegiatan operasinya telah melewati batas-batas lebih dari satu negara.
Yang perlu dipahami di sini adalah bahwa perdagangan antar negara tidaklah sama. Perbedaan ini disebabkan oleh antara lain perbedaan tarif & non tarif barriers, kuota, embargo, pengendalian nilai-tukar, reaksi atas kebijakan internasional (misalnya anti proteksionisme, anti-dumping), asosiasi antar negara & antar wilayah kepentingan tertentu, budaya, bahasa & kultur setiap negara tidaklah sama.
Kegiatan perdagangan diddasari oleh beberapa konsep keunggulan relatif antara lain:
1. Teori Absolute Cost Advantages (Teori Keunggulan Absolut) yaitu salah satu negara memproduksi barang yang lebih murah daripada negara lain.
2. Teori Comparative Cost Advantages (Teori Keunggulan Komparatif) yaitu salah satu negara dapat memproduksi beberapa barang yang salah satu diantaranya lebih murah dari negara lain.
Strategi-strategi yang bisa dipilih untuk bisa masuk pasar internasional:
1. Ekspor (aktif maupun pasif)
2. Licensing
3. Joint venture (concorcia, management, manufacturing)
4. Direct investment
Tahap-tahap untuk memasuki dunia bisnis internasional:
1. No foreign marketing, artinya perusahaan sudah mulai berhubungan dengan dunia internasional tetapi bukan karena inisiatif sendiri atau karena sudah melakukan upaya sendiri sehingga hal itu bisa terwujud. Produk dari perusahaan tersebut beredar di pasar internasional karena pesanan langsung dari konsumen luar negeri, atau karena usaha eksprotir yang menawarkan produk tersebut ke pasar internasional, atau bisa juga karena pembeli dari luar negeri datang langsung untuk melihat & melakukan perjanjian pembelian produk perusahaan tersebut.
2. Infrequent foreign marketing, artinya perusahaan menjual produknya ke pasar internasional apabila produk yang dihasilkannya surplus. Jadi, sifatnya tidak berkelanjutan karena apabila pasar domestik mampu menyerapnya maka langkah ini tidak perlu dilakukan.
3. Regular foreign marketing, artinya produsen sudah mulai melakukan perencanaan untuk melakukan ekspansi ke pasar internasional dengan cara dipasarkan sendiri, atau lewat penyalur domestik, atau distributor asing. Jadi, setelah seluruh pasar domestik berhasil dikuasai maka mulai berkembang untuk masuk ke pasar internasional.
4. Global marketing operations, artinya produsen sudah benar-benar terlibat secara global & tidak sebatas pemasaran internasional saja, seperti operasional produksi berskala internasional, terlibat persaingan yang kompetitif dengan kompetitor-kompetitor global.
Perusahaan multinasional atau PMN adalah perusahaan yang berusaha di banyak negara; perusahaan ini biasanya sangat besar. Perusahaan seperti ini memiliki kantor-kantor, pabrik atau kantor cabang di banyak negara. Mereka biasanya memiliki sebuah kantor pusat di mana mereka mengkoordinasi manajemen global.
Perusahaan multinasional yang sangat besar memiliki dana yang melewati dana banyak negara. Mereka dapat memiliki pengaruh kuat dalam politik global, karena pengaruh ekonomi mereka yang sangat besar bagai para politisi, dan juga sumber finansial yang sangat berkecukupan untuk relasi masyarakat dan melobi politik.
Karena jangkauan internasional dan mobilitas PMN, wilayah dalam negara, dan negara sendiri, harus berkompetisi agar perusahaan ini dapat menempatkan fasilitas mereka (dengan begitu juga pajak pendapatan, lapangan kerja, dan aktivitas eknomi lainnya) di wilayah tersebut. Untuk dapat berkompetisi, negara-negara dan distrik politik regional seringkali menawarkan insentif kepada PMN, seperti potongan pajak, bantuan pemerintah atau infrastruktur yang lebih baik atau standar pekerja dan lingkungan yang memadai.
PMN seringkali memanfaatkan subkontraktor untuk memproduksi barang tertentu yang mereka butuhkan.
Perusahaan multinasional pertama muncul pada 1602 yaitu Perusahaan Hindia Timur Belanda yang merupakan saingan berat dari Perusahaan Hindia Timur Britania.
Sumber: www.wikipedia.org
www.kppn-tanjungredeb.net
Jumat, 17 Desember 2010
Tanggung Jawab Sosial Suatu Bisnis
Dalam melakukan kegiatan bisnis, maka pasti akan ada efek samping yang akan ditimbulkan terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya. Misalnya polusi udara, suara, limbah, dsb yang mengganggu lingkungan. Selain itu hubungan antara pebisnis dengan karyawan, investor, konsumen & pemerintah harus terjalin dengan baik agar tidak saling merugikan satu dengan yang lain. Jadi, dengan menjalankan kegiatan bisnis yang sehat dibutuhkan etika atau aturan.
Hal-hal yang menjadi alasan supaya kegiatan bisnis dapat dilakukan dengan bertanggung jawab antara lain:
1. Penerapan manajemen yang lebih manusiawi, artinya manajer tidak boleh gelap mata hanya berfokus pada mengejar laba tanpa memperhatikan karyawan. Jadi, pihak manajerial tidak boleh bersikap arogan, otoriter atau diskriminatif & harus bijak dalam pengelolaan perusahaan. Hasil yang didapatpun pasti positif & mampu mencapai target yang diinginkan tanpa harus merugikan yang lain, misalnya:
Kesejahteraan karyawan atau aspirasi para karyawan mendapat respon & dapat diselesaikan dengan bijak oleh manajer, maka karyawan semangat dalam bekerja & menaruh rasa hormat pada atasan. Kalau kondisi yang kondusif ini tercipta maka kinerja seluruh anggota sangat efisien & efektif & juga target laba yang diinginkan tercapai.
2. Ekologi & pelestarian lingkungan, artinya manajer juga harus selalu mengevaluasi apakah kegiatan bisnis yang dijalankan mengganggu atau merugikan masyarakat? Seperti limbah yang dihasilkan apakah berbahaya bagi lingkungan atau tidak? Kalau lingkungan tidak terganggu maka kegiatan bisnis dapat berlangsung lancar.
3. Penghematan energi, artinya manajer harus mencari berbagai sumber daya alternatif untuk keberlangsungan perusahaan, selain untuk menghemat energi untuk prospek jangka panjang dapat menekan biaya konsumsi bahan bakar untuk energi. Misalnya:
Apabila perusahaan masih menggunakan BBM untuk sumber energi maka manajer harus mencari sumber energi alternatif untuk mengganti BBM mengingat sewaktu-waktu pasti akan habis & harganya yang berfluktuasi, seperti energi nuklir, tenaga surya, angin, dsb.
4. Wujud partisipasi dalam penbangunan bangsa, artinya manajer menjalankan kegiatan bisnis dengan maksud sosial yaitu membantu pemerintah mengurangi jumlah pengangguran, ikut serta dalam memberdayakan kehidupan keluarga para karyawan & masyarakat sekitar. Misalnya:
Pihak manajerial membantu dana dalam mendirikan sekolah untuk linkungan sekitar, memberi bantuan beasiswa bagi anak-anak karyawan yang berprestasi, mempekerjakan masyarakat sekitar yang memang memiliki bakat & kemampuan sesuai yang diinginkan.
5. Gerakan komerisme yaitu perusahaan melakukan kegiatan bisnis dengan tidak merugikan konsumen seperti, tidak membuat iklan yang bohong & menyesatkan, memperhatikan keluhan-keluhan masyarakat terhadap produk yang dihasilkan perusahaan.
Etika dalam Berbisnis
1. Hubungan bisnis dengan konsumen/pelanggan
Produsen harus membangun relasi yang baik dengan pelanggan dengan cara, misalnya:
a. Memberi penjelasan tentang produk yang dipasarkan kepada konsumen mulai dari isi, kemasan, harga, dsb. Agar konsumen tidak bingung dengan produk yang ditawarkan.
b. Memasang iklan yang etis tetapi menarik & tidak bohong.
c. Memberi layanan service yang memuaskan pada pelanggan.
2. Hubungan bisnis dengan karyawan
Manajer harus melaksanakan penerimaan (recruitment), pelatihan (training), promosi, transfer, demosi, pemberhentian (termination) dengan cara yang bijaksana & penilaian yang objektif.
3. Hubungan antar bisnis
Hubungan yang terjalin baik dengan kolega, penyalur, distributor bahkan pesaing.
4. Hubungan dengan investor
Hubungan yang terjalin baik dengan investor atau calon investor dengan memberikan informasi yang benar mengenai kondisi perusahaan, laba yang diterima, dsb.
5. Hubungan bisnis dengan pemerintah
Pihak manajerial harus melakukan tanggung jawabnya kepada negara dalam pembayaran pajak yang memang sudah jatuh tempo.
Bentuk-bentuk tanggung jawab sosial bisnis
1. Pelaksanaan Hubungan Industrial Pancasila (HIP)
Manajer & karyawan membuat kesepakatan-kesepakatan bersama mengenai hak & kewajiban masing-masing yang dituangkan dalam sebuah buku.
2. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
Perusahaan terlibat dalam pemeriksaan limbah yang dihasilkannya untuk menjaga kelestarian lingkungan.
3. Penerapan prinsip kesehatan & keselamatan kerja (K3)
Penekanan terhadap faktor kesehatan & keselamatan kerja para karyawan, misalnya penyediaan masker, pakaian khusus, asuransi jamsostek
4. Perkebunan inti masyarakat (PIR)
Sistem yang melibatkan perkebunan besar milik BUMN dengan perkebunan kecil milik masyarakat dimana perkebunan besar sebagai inti sementara perkebunan kecil sebagai sumber bahan baku atau plasma.
5. Sistem bapak angkat-anak angkat
Pengusaha besar melakukan pembinaan terhadap pengusaha kecil sebagai mitra kerjanya.
Sumber: http://loveghiat.multiply.com/journal/item/27
Hal-hal yang menjadi alasan supaya kegiatan bisnis dapat dilakukan dengan bertanggung jawab antara lain:
1. Penerapan manajemen yang lebih manusiawi, artinya manajer tidak boleh gelap mata hanya berfokus pada mengejar laba tanpa memperhatikan karyawan. Jadi, pihak manajerial tidak boleh bersikap arogan, otoriter atau diskriminatif & harus bijak dalam pengelolaan perusahaan. Hasil yang didapatpun pasti positif & mampu mencapai target yang diinginkan tanpa harus merugikan yang lain, misalnya:
Kesejahteraan karyawan atau aspirasi para karyawan mendapat respon & dapat diselesaikan dengan bijak oleh manajer, maka karyawan semangat dalam bekerja & menaruh rasa hormat pada atasan. Kalau kondisi yang kondusif ini tercipta maka kinerja seluruh anggota sangat efisien & efektif & juga target laba yang diinginkan tercapai.
2. Ekologi & pelestarian lingkungan, artinya manajer juga harus selalu mengevaluasi apakah kegiatan bisnis yang dijalankan mengganggu atau merugikan masyarakat? Seperti limbah yang dihasilkan apakah berbahaya bagi lingkungan atau tidak? Kalau lingkungan tidak terganggu maka kegiatan bisnis dapat berlangsung lancar.
3. Penghematan energi, artinya manajer harus mencari berbagai sumber daya alternatif untuk keberlangsungan perusahaan, selain untuk menghemat energi untuk prospek jangka panjang dapat menekan biaya konsumsi bahan bakar untuk energi. Misalnya:
Apabila perusahaan masih menggunakan BBM untuk sumber energi maka manajer harus mencari sumber energi alternatif untuk mengganti BBM mengingat sewaktu-waktu pasti akan habis & harganya yang berfluktuasi, seperti energi nuklir, tenaga surya, angin, dsb.
4. Wujud partisipasi dalam penbangunan bangsa, artinya manajer menjalankan kegiatan bisnis dengan maksud sosial yaitu membantu pemerintah mengurangi jumlah pengangguran, ikut serta dalam memberdayakan kehidupan keluarga para karyawan & masyarakat sekitar. Misalnya:
Pihak manajerial membantu dana dalam mendirikan sekolah untuk linkungan sekitar, memberi bantuan beasiswa bagi anak-anak karyawan yang berprestasi, mempekerjakan masyarakat sekitar yang memang memiliki bakat & kemampuan sesuai yang diinginkan.
5. Gerakan komerisme yaitu perusahaan melakukan kegiatan bisnis dengan tidak merugikan konsumen seperti, tidak membuat iklan yang bohong & menyesatkan, memperhatikan keluhan-keluhan masyarakat terhadap produk yang dihasilkan perusahaan.
Etika dalam Berbisnis
1. Hubungan bisnis dengan konsumen/pelanggan
Produsen harus membangun relasi yang baik dengan pelanggan dengan cara, misalnya:
a. Memberi penjelasan tentang produk yang dipasarkan kepada konsumen mulai dari isi, kemasan, harga, dsb. Agar konsumen tidak bingung dengan produk yang ditawarkan.
b. Memasang iklan yang etis tetapi menarik & tidak bohong.
c. Memberi layanan service yang memuaskan pada pelanggan.
2. Hubungan bisnis dengan karyawan
Manajer harus melaksanakan penerimaan (recruitment), pelatihan (training), promosi, transfer, demosi, pemberhentian (termination) dengan cara yang bijaksana & penilaian yang objektif.
3. Hubungan antar bisnis
Hubungan yang terjalin baik dengan kolega, penyalur, distributor bahkan pesaing.
4. Hubungan dengan investor
Hubungan yang terjalin baik dengan investor atau calon investor dengan memberikan informasi yang benar mengenai kondisi perusahaan, laba yang diterima, dsb.
5. Hubungan bisnis dengan pemerintah
Pihak manajerial harus melakukan tanggung jawabnya kepada negara dalam pembayaran pajak yang memang sudah jatuh tempo.
Bentuk-bentuk tanggung jawab sosial bisnis
1. Pelaksanaan Hubungan Industrial Pancasila (HIP)
Manajer & karyawan membuat kesepakatan-kesepakatan bersama mengenai hak & kewajiban masing-masing yang dituangkan dalam sebuah buku.
2. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
Perusahaan terlibat dalam pemeriksaan limbah yang dihasilkannya untuk menjaga kelestarian lingkungan.
3. Penerapan prinsip kesehatan & keselamatan kerja (K3)
Penekanan terhadap faktor kesehatan & keselamatan kerja para karyawan, misalnya penyediaan masker, pakaian khusus, asuransi jamsostek
4. Perkebunan inti masyarakat (PIR)
Sistem yang melibatkan perkebunan besar milik BUMN dengan perkebunan kecil milik masyarakat dimana perkebunan besar sebagai inti sementara perkebunan kecil sebagai sumber bahan baku atau plasma.
5. Sistem bapak angkat-anak angkat
Pengusaha besar melakukan pembinaan terhadap pengusaha kecil sebagai mitra kerjanya.
Sumber: http://loveghiat.multiply.com/journal/item/27
Selasa, 07 Desember 2010
Jenis-jenis Pedagang Eceran
1. Self/No Service
yaitu pengecer yang tidak memberikan sama sekali pelayanan kepada pembeli atau dengan kata lain pembeli yang harus melayani sendiri untuk memperoleh produk yang diinginkan. Contoh: mesin otomatis, telp. Koin, juke box, dsb.
2. Limited Service
yaitu pengecer yang memberikan pelayanan yang terbatas. Contoh: pasar swalayan/supermarket, convenience store, superstore, catalog store.
3. Full Service
yaitu pengecer yang banyak memberikan pelayanan kepada pembeli. Contoh: specialty store
4. Convenience Store
yaitu pengecer yang khusus menjual produk berbasis bahan makanan, mempunyai jam kerja yang panjang & dekat dengan pemukiman penduduk.
5. Supermarket
yaitu pengecer yang terbatas melayani pembeli biasanya dalam pembungkusan & kasir, sementara pembeli memilih sendiri produk yang akan dibelinya.
6. Combination Store
yaitu supermarket yang tidak hanya menjual produk-produk makanan tetapi juga kombinasi dengan obat-obatan atau barang umum keperluan rumah tangga.
7. Superstore
yaitu pengecer besar yang tetap berbasis menjual produk makanan tetapi juga berdiversifikasi menjual berbagai jenis barang seperti pakaian, bakery, perkakas rumah tangga, barang elektronik,dsb.
8. Warehouse Store
yaitu pengecer besar yang menjual produk yang dipajang & masih dikemas dalam karton-karton pada rak-rak yang sederhana. Dan biasanya harga yang ditawarkan lebih murah sampai 20% dibandingkan dengan di supermarket.
9. Specialty Store
yaitu pengecer yang khusus menjual 1 jenis barang dengan pilihan merk yang lebih banyak.
10. Variety Store
yaitu pengecer yang menjual berbagai jenis barang.
11. Department Store
yaitu pengecer besar yang menjual barang-barang umum dengan berbagai macam pilihan.
12. Discount Store
yaitu pengecer yang mempunyai banyak pilihan produk yang dijual tetapi tidak semenarik supermarket karena tujuan utamanya adalah untuk menekan biaya operasi & sasarannya masyarakat ekonomi lemah.
13. Catalog Showroom
yaitu pengecer yang menyediakan katalog bagi pembeli untuk memilih & menulis pesanan, jadi produk yang dijual tidak dipajang seperti di tempat lain.
14. Off Price Store
yaitu pengecer yang menjual produk-produk murah karena mutunya rendah atau produk yang out of date.
15. Factory Outlet
yaitu pengecer yang dimiliki produsen untuk menjual produk-produk cacat, retour dari pembeli, pesanan batal, out-of date, maupun produk yang sudah tidak diproduksi lagi. Istilahnya untuk cuci gudang.
16. Buying Club
yaitu warehouse store yang mengkombinasikan antara wholesaler & retailer. Pembelinya adalah pengecer & konsumen akhir yang menjadi anggota lebih dulu. Dan toko ini sering menetapkan jumlah tertentu untuk batas minimal pembeliannya.
17. Flea Market
yaitu bentuk pengembangan dari pasar tradisional yang berlokasi di lapangan atau lokasi-lokasi tertentu dengan menjual berbagai produk mulai dari yang baru sampai yang bekas & barang yang dijual umumnya tidak dikenakan pajak.
18. Independent Store
yaitu pengecer yang hanya mempunyai 1 unit dengan skala yang tidak begitu besar.
19. Chain Store
yaitu beberapa toko pengecer yang dimiliki oleh perorangan atau bersama.
20. Franchising
yaitu pengecer yang menerima berbagai manfaat atas investasinya dengan membeli lisensi atas merek produk tertentu kepada pemilik merek.
21. Leased Department
yaitu salah satu bagian department store yang menyewakan sebagian ruangannya untuk penyewa lainnya
22. Vertical Marketing System (VMS)
yaitu sistem pendistribusian yang dikendalikan oleh produsen. Jadi, produsen melakukan integrasi secara sebagian atau penuh terhadap sistem perdagangan besar maupun eceran.
23. Consumer Cooperatives
yaitu bentuk koperasi yang bergerak dalam toko eceran. Jadi, kepemilikannya bersama & tidak hanya memenuhi kepentingan anggota saja tetapi juga pihak yang bukan anggota.
24. Neighborhood Shopping Centre
yaitu pusat pertokoan atau pengecer yang berlokasi di pinggir jalan. Biasanya penyewanya adalah supermarket, specialty atau variety store yang mempunyai lay-out toko sederet.
25. Community Shopping Centre
yaitu pusat pertokoan yang lebih luas daripada neighborhood shopping centre & berlokasi dekat pemukiman
26. Regional Shopping Centre
yaitu pusat pertokoan luas yang mempunyai 50-125 toko dengan beberapa department store serta memerlukan lokasi & tempat parkir yang luas, karena konsepnya adalah one-stop shopping sambil rekreasi.
Sumber: Budiarto, Teguh, Seri Diktat Kuliah Dasar Pemasaran, Universitas Gunadarma, 1993
yaitu pengecer yang tidak memberikan sama sekali pelayanan kepada pembeli atau dengan kata lain pembeli yang harus melayani sendiri untuk memperoleh produk yang diinginkan. Contoh: mesin otomatis, telp. Koin, juke box, dsb.
2. Limited Service
yaitu pengecer yang memberikan pelayanan yang terbatas. Contoh: pasar swalayan/supermarket, convenience store, superstore, catalog store.
3. Full Service
yaitu pengecer yang banyak memberikan pelayanan kepada pembeli. Contoh: specialty store
4. Convenience Store
yaitu pengecer yang khusus menjual produk berbasis bahan makanan, mempunyai jam kerja yang panjang & dekat dengan pemukiman penduduk.
5. Supermarket
yaitu pengecer yang terbatas melayani pembeli biasanya dalam pembungkusan & kasir, sementara pembeli memilih sendiri produk yang akan dibelinya.
6. Combination Store
yaitu supermarket yang tidak hanya menjual produk-produk makanan tetapi juga kombinasi dengan obat-obatan atau barang umum keperluan rumah tangga.
7. Superstore
yaitu pengecer besar yang tetap berbasis menjual produk makanan tetapi juga berdiversifikasi menjual berbagai jenis barang seperti pakaian, bakery, perkakas rumah tangga, barang elektronik,dsb.
8. Warehouse Store
yaitu pengecer besar yang menjual produk yang dipajang & masih dikemas dalam karton-karton pada rak-rak yang sederhana. Dan biasanya harga yang ditawarkan lebih murah sampai 20% dibandingkan dengan di supermarket.
9. Specialty Store
yaitu pengecer yang khusus menjual 1 jenis barang dengan pilihan merk yang lebih banyak.
10. Variety Store
yaitu pengecer yang menjual berbagai jenis barang.
11. Department Store
yaitu pengecer besar yang menjual barang-barang umum dengan berbagai macam pilihan.
12. Discount Store
yaitu pengecer yang mempunyai banyak pilihan produk yang dijual tetapi tidak semenarik supermarket karena tujuan utamanya adalah untuk menekan biaya operasi & sasarannya masyarakat ekonomi lemah.
13. Catalog Showroom
yaitu pengecer yang menyediakan katalog bagi pembeli untuk memilih & menulis pesanan, jadi produk yang dijual tidak dipajang seperti di tempat lain.
14. Off Price Store
yaitu pengecer yang menjual produk-produk murah karena mutunya rendah atau produk yang out of date.
15. Factory Outlet
yaitu pengecer yang dimiliki produsen untuk menjual produk-produk cacat, retour dari pembeli, pesanan batal, out-of date, maupun produk yang sudah tidak diproduksi lagi. Istilahnya untuk cuci gudang.
16. Buying Club
yaitu warehouse store yang mengkombinasikan antara wholesaler & retailer. Pembelinya adalah pengecer & konsumen akhir yang menjadi anggota lebih dulu. Dan toko ini sering menetapkan jumlah tertentu untuk batas minimal pembeliannya.
17. Flea Market
yaitu bentuk pengembangan dari pasar tradisional yang berlokasi di lapangan atau lokasi-lokasi tertentu dengan menjual berbagai produk mulai dari yang baru sampai yang bekas & barang yang dijual umumnya tidak dikenakan pajak.
18. Independent Store
yaitu pengecer yang hanya mempunyai 1 unit dengan skala yang tidak begitu besar.
19. Chain Store
yaitu beberapa toko pengecer yang dimiliki oleh perorangan atau bersama.
20. Franchising
yaitu pengecer yang menerima berbagai manfaat atas investasinya dengan membeli lisensi atas merek produk tertentu kepada pemilik merek.
21. Leased Department
yaitu salah satu bagian department store yang menyewakan sebagian ruangannya untuk penyewa lainnya
22. Vertical Marketing System (VMS)
yaitu sistem pendistribusian yang dikendalikan oleh produsen. Jadi, produsen melakukan integrasi secara sebagian atau penuh terhadap sistem perdagangan besar maupun eceran.
23. Consumer Cooperatives
yaitu bentuk koperasi yang bergerak dalam toko eceran. Jadi, kepemilikannya bersama & tidak hanya memenuhi kepentingan anggota saja tetapi juga pihak yang bukan anggota.
24. Neighborhood Shopping Centre
yaitu pusat pertokoan atau pengecer yang berlokasi di pinggir jalan. Biasanya penyewanya adalah supermarket, specialty atau variety store yang mempunyai lay-out toko sederet.
25. Community Shopping Centre
yaitu pusat pertokoan yang lebih luas daripada neighborhood shopping centre & berlokasi dekat pemukiman
26. Regional Shopping Centre
yaitu pusat pertokoan luas yang mempunyai 50-125 toko dengan beberapa department store serta memerlukan lokasi & tempat parkir yang luas, karena konsepnya adalah one-stop shopping sambil rekreasi.
Sumber: Budiarto, Teguh, Seri Diktat Kuliah Dasar Pemasaran, Universitas Gunadarma, 1993
Minggu, 14 November 2010
Akuntansi & Laporan Keuangan
Akuntansi adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan & pelaporan transaksi keuangan serta penginterpretasian hasil proses tersebut.
Fungsinya adalah untuk menyajikan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan dari suatu entitas ekonomi yang ditujukan untuk pengambilan keputusan ekonomi dalam memilih berbagai pilihan tindakan.
Pihak-pihak yang berkepentingan untuk menggunakan informasi akuntansi tersebut dapat dibedakan atas:
Pengguna Langsung:
a. Pihak Intern yaitu pihak manajerial perusahaan. Mengapa manajer sangat memerlukan informasi laporan keuangan? Karena laporan keuangan bagi manajer perusahaan bertujuan untuk nilai kerja & sebagai laporan pertanggungjawaban kepada pemilik perusahaan. Jadi, prestasi pihak manajerial perusahaan dinilai dari laporan keuangannya.
b. Pihak Ekstern, terbagi atas:
1. Pemilik modal/pemilik perusahaan. Bagi pemilik modal laporan keuangan menjadi tolok ukur untuk mengembangkan produk sampingan & juga untuk menilai kinerja dari pihak manajerial perusahaan.
2. Kreditur (investor). Bagi kreditur laporan keuangan dipakai untuk menilai kemampuan perusahaan apabila keadaannya baik maka merekapun berminat untuk berinvestasi di perusahaan tersebut.
3. Pemerintah. Bagi pemerintah laporan keuangan dipakai untuk menilai pajak bagi perusahaan tersebut, untuk membuat skala prioritas & pembinaan & untuk menjadi tolok ukur dalam membuat UU.
4. Karyawan. Bagi karyawan dengan mengetahui laporan keuangan perusahaannya maka mereka dapat menilai bagaimana keadaan perusahaan tempat mereka bekerja apakah dapat tetap eksis atau tidak.
Pengguna Tidak Langsung, misalnya Konsultan (Akuntan Publik), Asosiasi Buruh, Asosiasi Dagang.
Prinsip-prinsip dasar dari Akuntansi:
1. Dalam pembuatan laporan keuangan, seorang akuntan harus mampu membedakan mana yang merupakan aset perusahaan & mana yang merupakan aset pribadi pemilik perusahaan. Karena ada istilah entitas ekonomi yaitu lingkupnya hanyalah perusahaan saja, jadi rumah atau kendaraan pribadi misalnya tidak boleh ikut dihitung sebagai aset perusahaan.
2. Informasi yang dihasilkan dari laporan keuangan tersebut harus memiliki tujuan yang jelas.
3. Informasi yang dihasilkan dari laporan keuangan juga harus jelas & dapat dipercaya sehingga pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan tersebut dapat mengetahui apakah perusahaan tersebut memperoleh laba atau tidak.
Kesimpulannya adalah sebuah laporan keuangan harus menyajikan informasi yang relevan, bermutu, jelas & dapat dimengerti, lengkap, dapat diuji kebenarannya, dapat diperbandingkan, serta netral.
Apa itu Laporan Keuangan?
Laporan Keuangan adalah laporan yang berisi data berupa informasi yang sifatnya kuantitatif (berupa nilai) untuk dianalisis menggunakan rasio keuangan sehinggga bisa diketahui berhasil tidaknya sebuah entitas ekonomi.
Apa saja elemen-elemen yang terdapat di dalam laporan keuangan?
1. Asset (harta)
Asset adalah manfaat ekonomis yang mungkin terjadi, yang diperoleh & dikuasai oleh perusahaan oleh karena adanya transaksi atau peristiwa di masa lampau. Manfaat ekonomis apa yang terdapat di dalam harta?
Manfaat didapat karena digunakan sendiri atau dipakai bersama oleh aktiva lain. Jadi, sumber daya bekerja bersama-sama.
Terjadi pertukaran dari cash menjadi bentuk aktiva-aktiva yang lain
Apabila memperoleh profit maka asset dapat dibagikan kepada pemilik perusahaan
Apabila perusahaan bangkrut maka asset dapat diuangkan untuk membayar kewajiban.
2. Liabilities (Hutang)
Hutang adalah pengorbanan ekonomi yang sangat mungkin terjadi yang timbul dari kewajiban masa kini suatu perusahaan untuk menyerahkan harta di masa depan sebagai akibat dari transaksi atau peristiwa masa lampau.
Penyelesaian kewajiban ini dapat dilakukan dengan cara:
Pembayaran cash
Penyerahan aktiva lain
Pemberian jasa
Penggantian dengan kewajiban lain
Penggantian kewajiban menjadi equitas, jadi saham kita diambil alih oleh kreditor
3. Ekuitas (Aktiva Bersih)
Ekuitas adalah kepentingan tersisa atas harta perusahaan setelah dikurangi oleh semua kewajibannya. Istilah lainnya adalah modal kerja
Ekuitas = Asset-Liabilities
4. Comprehensive Income (Laba Komprehensif)
Laba Komprehensif adalah semua perubahan dalam equity selama 1 periode terkecuali yang disebabkan oleh investasi pemilik atau pembagian keuntungan kepada pemilik. Jadi, dihitung dari awal periode sampai akhir periode sementara Laporan Laba Rugi, Neraca & Laporan Perubahan Modal dihitung pada saat itu juga. Sehingga Laba Komprehensif sering disebut Rekening Nominal sementara Neraca, Laporan Laba Rugi & Laporan Perubahan Modal sering disebut Rekening Riil
5. Distribution to Owner (Distribusi kepada Pemilik)
Distribusi kepada pemilik adalah pengurangan net asset entitas dari pemilik perusahaan yang disebabkan oleh pentransferan asset, pemberian jasa atau terjadinya hutang oleh perusahaan kepada pemilik & bukan karena operasi normal perusahaan.
6. Investment by Owner (Investasi oleh Pemilik)
Investasi oleh pemilik adalah peningkatan net asset entitas dari pemilik perusahaan sebagai akibat dari penerimaan sesuatu yang berharga yang akan meningkatkan ownership (kepemilikan) dalam entitas tersebut.
7. Revenue (pendapatan)
Pendapatan adalah peningkatan owner equity sebagai akibat dari aktivitas normal perusahaan
8. Expense (beban/biaya)
Beban/biaya adalah pengorbanan yang terjadi selama melaksanakan kegiatana normal usaha untuk memperoleh pendapatan.
9. Gains (keuntungan)
Keuntungan adalah peningkatan selisih revenue dengan expense (peningkatan net asset) atas transaksi suatu perusahaan serta keadaan yang mempengaruhi perusahaan selama periode tertentu kecuali investasi dari pemilik.
10. Losses (kerugian)
Kerugian adalah pengurangan net asset karena transaksi dari suatu perusahaan pada 1 periode tertentu kecuali yang berasal dari beban (expense) & distribusi kepada pemilik (distribution to owner)
Pada saat akhir periode (biasanya per semester akhir tahun), Laporan Keuangan disajikan dalam 3 bentuk laporan yang saling berkaitan yaitu:
Neraca (Balance Sheet) berisi laporan perubahan harta, hutang & ekuitas/aktiva bersih
Laporan Perubahan Modal (Capital Statement) berisi laporan perubahan modal karena pengaruh laba komprehensif, Distribusi kepada Pemilik & Investasi oleh Pemilik.
Laporan Laba Rugi (Income Statement) berisi laporan keuntungan/kerugian perusahaan karena pengaruh dari Pendapatan, Beban/Biaya, Keuntungan, Kerugian.
Dalam pembuatan laporan keuangan harus mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1. Buat terlebih dahulu Laporan Laba Ruginya. Seluruh pendapatan ditotal lalu dikurangi total beban/biaya apakah perusahaan mendapat laba atau tidak.
2. Setelah itu buat Laporan Perubahan Modalnya. Modal Akhir dapat bertambah dari Modal Awalnya apabila mendapat laba, sementara Modal Akhir dapat juga berkurang dari Modal Awalnya apabila tidak memperoleh laba.
3. Yang terakhir baru buat Neracanya untuk mengetahui keseimbangan dari total akhir aktiva dengan total akhir passiva.
Contoh Sederhana dari Laporan Keuangan!!!
“Primeicy Elektroservice”
Balance Sheet
March 31, 2006
ASSETS
Cash …............................................. Rp. 52.200.000,00
Account Receivable …............................ Rp. 4.000.000,00
Supplies …........................................... Rp. 2.000.000,00
Equipment ….................... Rp. 44.000.000,00
Accumulation Depreciation (Rp. 880.000,00)
____________________
Rp. 43.120.000,00
_________________
Total Assets …...................................... Rp. 101.320.000,00
__________________
__________________
LIABILITIES
Account Payable ….................................... Rp. 1.000.000,00
CAPITAL
Meicy, Capital …..................................... Rp. 100.320.000,00
_____________________
Total Liabilities & Capital …........................ Rp. 101.320.000,00
_____________________
_____________________
“Primeicy Elektroservice”
Capital Statement
For the Month ended March 31, 2006
Capital, March 1, 2006 …..............................Rp. 100.000.000,00
Net Income for the month ….......... Rp. 2.320.000,00
Less; with drawals …................(Rp. 2.000.000,00)
__________________
Increase in Capital …............... Rp. 320.000,00
___________________
Capital, March 31, 2006 …............................ Rp. 100.320.000,00
___________________
___________________
“Primeicy Electroservice”
Income Statement
For month ended March 31, 2006
Fares earned:
Service revenue (March 7, 2006) ..................... Rp. 9.500.000,00
Service revenue for bill (March 13, 2006) ….......... Rp. 7.500.000,00
Service revenue (March 17, 2006) …................... Rp. 8.200.000,00
___________________
Total Fares earned …................................. Rp. 25.200.000,00
Operating expenses:
Rent expense …................ Rp. 2.000.000,00
Advertising expense …......... Rp. 1.000.000,00
Pay salaries expense …........ Rp. 8.000.000,00
Supplies expense …............ Rp. 10.000.000,00
Equipment depreciation …...... Rp. 880.000,00
Miscellaneous expense …....... Rp. 1.000.000,00
________________
Total Operating expense ....... (Rp. 22.880.000,00)
___________________
Net Income ….......................................... Rp. 2.320.000,00
___________________
___________________
Dari contoh laporan keuangan di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan dari laporan keuangan yaitu:
1. Untuk bahan masukan dalam membuat keputusan kredit atau investasi.
2. Untuk memperkirakan cash flow (aliran kas) di masa datang. Artinya dapat memperkirakan profit yang akan diperoleh
3. Untuk menampilkan sumber daya (harta) perusahaan/asset.
4. Untuk menampilkan claim sumber daya/hutang.
5. Untuk menampilkan perubahan antara claim dengan harta.
Sumber : Tintri Ediraras Sudarsono, Dharma, Pengantar Akuntansi I, 1991, Unversitas Gunadarma, Jakarta
Fungsinya adalah untuk menyajikan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan dari suatu entitas ekonomi yang ditujukan untuk pengambilan keputusan ekonomi dalam memilih berbagai pilihan tindakan.
Pihak-pihak yang berkepentingan untuk menggunakan informasi akuntansi tersebut dapat dibedakan atas:
Pengguna Langsung:
a. Pihak Intern yaitu pihak manajerial perusahaan. Mengapa manajer sangat memerlukan informasi laporan keuangan? Karena laporan keuangan bagi manajer perusahaan bertujuan untuk nilai kerja & sebagai laporan pertanggungjawaban kepada pemilik perusahaan. Jadi, prestasi pihak manajerial perusahaan dinilai dari laporan keuangannya.
b. Pihak Ekstern, terbagi atas:
1. Pemilik modal/pemilik perusahaan. Bagi pemilik modal laporan keuangan menjadi tolok ukur untuk mengembangkan produk sampingan & juga untuk menilai kinerja dari pihak manajerial perusahaan.
2. Kreditur (investor). Bagi kreditur laporan keuangan dipakai untuk menilai kemampuan perusahaan apabila keadaannya baik maka merekapun berminat untuk berinvestasi di perusahaan tersebut.
3. Pemerintah. Bagi pemerintah laporan keuangan dipakai untuk menilai pajak bagi perusahaan tersebut, untuk membuat skala prioritas & pembinaan & untuk menjadi tolok ukur dalam membuat UU.
4. Karyawan. Bagi karyawan dengan mengetahui laporan keuangan perusahaannya maka mereka dapat menilai bagaimana keadaan perusahaan tempat mereka bekerja apakah dapat tetap eksis atau tidak.
Pengguna Tidak Langsung, misalnya Konsultan (Akuntan Publik), Asosiasi Buruh, Asosiasi Dagang.
Prinsip-prinsip dasar dari Akuntansi:
1. Dalam pembuatan laporan keuangan, seorang akuntan harus mampu membedakan mana yang merupakan aset perusahaan & mana yang merupakan aset pribadi pemilik perusahaan. Karena ada istilah entitas ekonomi yaitu lingkupnya hanyalah perusahaan saja, jadi rumah atau kendaraan pribadi misalnya tidak boleh ikut dihitung sebagai aset perusahaan.
2. Informasi yang dihasilkan dari laporan keuangan tersebut harus memiliki tujuan yang jelas.
3. Informasi yang dihasilkan dari laporan keuangan juga harus jelas & dapat dipercaya sehingga pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan tersebut dapat mengetahui apakah perusahaan tersebut memperoleh laba atau tidak.
Kesimpulannya adalah sebuah laporan keuangan harus menyajikan informasi yang relevan, bermutu, jelas & dapat dimengerti, lengkap, dapat diuji kebenarannya, dapat diperbandingkan, serta netral.
Apa itu Laporan Keuangan?
Laporan Keuangan adalah laporan yang berisi data berupa informasi yang sifatnya kuantitatif (berupa nilai) untuk dianalisis menggunakan rasio keuangan sehinggga bisa diketahui berhasil tidaknya sebuah entitas ekonomi.
Apa saja elemen-elemen yang terdapat di dalam laporan keuangan?
1. Asset (harta)
Asset adalah manfaat ekonomis yang mungkin terjadi, yang diperoleh & dikuasai oleh perusahaan oleh karena adanya transaksi atau peristiwa di masa lampau. Manfaat ekonomis apa yang terdapat di dalam harta?
Manfaat didapat karena digunakan sendiri atau dipakai bersama oleh aktiva lain. Jadi, sumber daya bekerja bersama-sama.
Terjadi pertukaran dari cash menjadi bentuk aktiva-aktiva yang lain
Apabila memperoleh profit maka asset dapat dibagikan kepada pemilik perusahaan
Apabila perusahaan bangkrut maka asset dapat diuangkan untuk membayar kewajiban.
2. Liabilities (Hutang)
Hutang adalah pengorbanan ekonomi yang sangat mungkin terjadi yang timbul dari kewajiban masa kini suatu perusahaan untuk menyerahkan harta di masa depan sebagai akibat dari transaksi atau peristiwa masa lampau.
Penyelesaian kewajiban ini dapat dilakukan dengan cara:
Pembayaran cash
Penyerahan aktiva lain
Pemberian jasa
Penggantian dengan kewajiban lain
Penggantian kewajiban menjadi equitas, jadi saham kita diambil alih oleh kreditor
3. Ekuitas (Aktiva Bersih)
Ekuitas adalah kepentingan tersisa atas harta perusahaan setelah dikurangi oleh semua kewajibannya. Istilah lainnya adalah modal kerja
Ekuitas = Asset-Liabilities
4. Comprehensive Income (Laba Komprehensif)
Laba Komprehensif adalah semua perubahan dalam equity selama 1 periode terkecuali yang disebabkan oleh investasi pemilik atau pembagian keuntungan kepada pemilik. Jadi, dihitung dari awal periode sampai akhir periode sementara Laporan Laba Rugi, Neraca & Laporan Perubahan Modal dihitung pada saat itu juga. Sehingga Laba Komprehensif sering disebut Rekening Nominal sementara Neraca, Laporan Laba Rugi & Laporan Perubahan Modal sering disebut Rekening Riil
5. Distribution to Owner (Distribusi kepada Pemilik)
Distribusi kepada pemilik adalah pengurangan net asset entitas dari pemilik perusahaan yang disebabkan oleh pentransferan asset, pemberian jasa atau terjadinya hutang oleh perusahaan kepada pemilik & bukan karena operasi normal perusahaan.
6. Investment by Owner (Investasi oleh Pemilik)
Investasi oleh pemilik adalah peningkatan net asset entitas dari pemilik perusahaan sebagai akibat dari penerimaan sesuatu yang berharga yang akan meningkatkan ownership (kepemilikan) dalam entitas tersebut.
7. Revenue (pendapatan)
Pendapatan adalah peningkatan owner equity sebagai akibat dari aktivitas normal perusahaan
8. Expense (beban/biaya)
Beban/biaya adalah pengorbanan yang terjadi selama melaksanakan kegiatana normal usaha untuk memperoleh pendapatan.
9. Gains (keuntungan)
Keuntungan adalah peningkatan selisih revenue dengan expense (peningkatan net asset) atas transaksi suatu perusahaan serta keadaan yang mempengaruhi perusahaan selama periode tertentu kecuali investasi dari pemilik.
10. Losses (kerugian)
Kerugian adalah pengurangan net asset karena transaksi dari suatu perusahaan pada 1 periode tertentu kecuali yang berasal dari beban (expense) & distribusi kepada pemilik (distribution to owner)
Pada saat akhir periode (biasanya per semester akhir tahun), Laporan Keuangan disajikan dalam 3 bentuk laporan yang saling berkaitan yaitu:
Neraca (Balance Sheet) berisi laporan perubahan harta, hutang & ekuitas/aktiva bersih
Laporan Perubahan Modal (Capital Statement) berisi laporan perubahan modal karena pengaruh laba komprehensif, Distribusi kepada Pemilik & Investasi oleh Pemilik.
Laporan Laba Rugi (Income Statement) berisi laporan keuntungan/kerugian perusahaan karena pengaruh dari Pendapatan, Beban/Biaya, Keuntungan, Kerugian.
Dalam pembuatan laporan keuangan harus mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1. Buat terlebih dahulu Laporan Laba Ruginya. Seluruh pendapatan ditotal lalu dikurangi total beban/biaya apakah perusahaan mendapat laba atau tidak.
2. Setelah itu buat Laporan Perubahan Modalnya. Modal Akhir dapat bertambah dari Modal Awalnya apabila mendapat laba, sementara Modal Akhir dapat juga berkurang dari Modal Awalnya apabila tidak memperoleh laba.
3. Yang terakhir baru buat Neracanya untuk mengetahui keseimbangan dari total akhir aktiva dengan total akhir passiva.
Contoh Sederhana dari Laporan Keuangan!!!
“Primeicy Elektroservice”
Balance Sheet
March 31, 2006
ASSETS
Cash …............................................. Rp. 52.200.000,00
Account Receivable …............................ Rp. 4.000.000,00
Supplies …........................................... Rp. 2.000.000,00
Equipment ….................... Rp. 44.000.000,00
Accumulation Depreciation (Rp. 880.000,00)
____________________
Rp. 43.120.000,00
_________________
Total Assets …...................................... Rp. 101.320.000,00
__________________
__________________
LIABILITIES
Account Payable ….................................... Rp. 1.000.000,00
CAPITAL
Meicy, Capital …..................................... Rp. 100.320.000,00
_____________________
Total Liabilities & Capital …........................ Rp. 101.320.000,00
_____________________
_____________________
“Primeicy Elektroservice”
Capital Statement
For the Month ended March 31, 2006
Capital, March 1, 2006 …..............................Rp. 100.000.000,00
Net Income for the month ….......... Rp. 2.320.000,00
Less; with drawals …................(Rp. 2.000.000,00)
__________________
Increase in Capital …............... Rp. 320.000,00
___________________
Capital, March 31, 2006 …............................ Rp. 100.320.000,00
___________________
___________________
“Primeicy Electroservice”
Income Statement
For month ended March 31, 2006
Fares earned:
Service revenue (March 7, 2006) ..................... Rp. 9.500.000,00
Service revenue for bill (March 13, 2006) ….......... Rp. 7.500.000,00
Service revenue (March 17, 2006) …................... Rp. 8.200.000,00
___________________
Total Fares earned …................................. Rp. 25.200.000,00
Operating expenses:
Rent expense …................ Rp. 2.000.000,00
Advertising expense …......... Rp. 1.000.000,00
Pay salaries expense …........ Rp. 8.000.000,00
Supplies expense …............ Rp. 10.000.000,00
Equipment depreciation …...... Rp. 880.000,00
Miscellaneous expense …....... Rp. 1.000.000,00
________________
Total Operating expense ....... (Rp. 22.880.000,00)
___________________
Net Income ….......................................... Rp. 2.320.000,00
___________________
___________________
Dari contoh laporan keuangan di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan dari laporan keuangan yaitu:
1. Untuk bahan masukan dalam membuat keputusan kredit atau investasi.
2. Untuk memperkirakan cash flow (aliran kas) di masa datang. Artinya dapat memperkirakan profit yang akan diperoleh
3. Untuk menampilkan sumber daya (harta) perusahaan/asset.
4. Untuk menampilkan claim sumber daya/hutang.
5. Untuk menampilkan perubahan antara claim dengan harta.
Sumber : Tintri Ediraras Sudarsono, Dharma, Pengantar Akuntansi I, 1991, Unversitas Gunadarma, Jakarta
Manajemen Sumber Daya Manusia
Apa itu Sumber Daya Manusia? Sumber Daya Manusia adalah potensi-potensi yang terdapat pada manusia sebagai penggerak organisasi atau lingkungannya sehingga dapat berkembang menjadi maju.
Sementara manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses penanganan berbagai masalah yang menyangkut karyawan, buruh, manajer & semua orang yang terlibat di dalam seluruh kegiatan organisasi atau perusahaan. Istilah manajemen sumber daya manusia sering disebut HRD (Human Resource Department).
Departemen Sumber Daya Manusia Memiliki Peran, Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab :
1. Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja / Preparation and selection
a. Persiapan
Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul. Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan / forecast akan pekerjaan yang lowong, jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya.
Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi pasa tenaga kerja, dan lain sebagainya.
b. Rekrutmen tenaga kerja / Recruitment
Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini diperluka analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan / job description dan juga spesifikasi pekerjaan / job specification.
c. Seleksi tenaga kerja / Selection
Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup / cv / curriculum vittae milik pelamar. Kemudian dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja / interview dan proses seleksi lainnya.
2. Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and evaluation
Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.
3. Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / Compensation and protection
kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Kompensasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenaga kerjaan di kemudian hari atau pun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan. Proteksi juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenang sehingga kinerja dan kontribusi perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke waktu.
Sementara itu ada istilah serikat pekerja. Apa gunanya para pekerja mendirikan serikat pekerja?
Melindungi & membela hak & kepentingan para pekerja
Memperbaiki kondisi atau syarat kerja melalui perjanjian kerja dengan pihak manajerial
Membela & melindungi para pekerja & keluarganya bila sakit atau terkena PHK
Mengupayakan agar pihak manajerial berkonsultasi terlebih dahulu dengan para pekerja bila akan membuat keputusan-keputusan penting
Jadi, bila manajer merupakan perwakilan pemilik perusahaan sementara serikat pekerja adalah perwakilan dari para pekerja. Keduanya yang menjembatani setiap keinginan, perbedaan pandangan, dsb dari pihak pemilik perusahaan dengan para pekerja.
Serikat Pekerja sendiri di Indonesia sendiri mengalami perkembangan yang cukup pesat. Di era Orde Baru serikat pekerja yang dianggap sah adalah FSBI (Federasi Buruh Seluruh Indonesia) dengan jumlah anggota sebanyak 21 serikat pekerja dari seluruh Indonesia di tahun 1975. Di tahun 1985 namanya diganti lagi menjadi SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia). Tetapi setelah pemerintahan Orde Baru tumbang, maka jumlah serikat pekerja di Indonesia berkembang pesat dimana-mana. Menurut data Depnakertrans hingga akhir 2009 tercatat ada sekitar 91 federasi serikat dan tiga konfederasi yang diakui pemerintah yakni Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI). KSPSI dibentuk oleh 16 federasi serikat pekerja dengan jumlah anggota sebanyak 1,657 juta orang, sementara KSPI dan KSBSI dibentuk oleh 8 federasi dengan jumlah anggota masing-masing 793 ribu dan 227 ribu orang. Jumlah itu belum termasuk organisasi serikat buruh “jalanan” dan tingkat perusahaan yang tak berafiliasi konfederasi/federasi manapun. Di satu sisi hal ini menunjukkan kemajuan dalam berdemokrasi di lingkungan perusahaan, tetapi di sisi lain ini menyulitkan para pemilik perusahaan karena bila mengadakan pertemuan dengan misalnya salah satu dari serikat pekerja maka serikat pekerja yang sah ini tidak ingin serikat pekerja lainnya diakui karena dianggap tidak sah & tidak terdaftar.
Apabila suatu gabungan atau konfederasi serikat pekerja sudah diakui pemerintah, maka ia berhak untuk mengeluarkan surat resmi tentang pengesahan berdirinya suatu serikat pekerja dalam suatu instansi atau perusahaan. Bila suatu serikat pekerja sudah dinyatakan sah melalui surat pengesahan yang dikeluarkan suatu gabungan atau konfederasi serikat pekerja yang sudah diakui oleh pemerintah tersebut, maka serikat pekerja tersebut akan terdaftar di Dinas Sosial & Tenaga Kerja setempat.
Hukum yang mengatur hubungan antara pihak manajerial dengan para pekerja:
1. Closed Shop Agreement
hanya berlaku bagi karyawan yang telah bergabung dengan serikat pekerja
2. Union Shop Agreement
Mewajibkan para pekerja menjadi anggota serikat pekerja pada rentang waktu tertentu
3. Open Shop Agreement
Memberikan kebebasan pada para pekerja untuk menjadi anggota serikat pekerja atau tidak
Serikat pekerja biasanya akan mengadakan rapat anggota atau kongres untuk memilih kepengurusan yang baru
Sumber: http://organisasi.org
http://www.docstoc.com
http://www.hukumonline.com
http://ocw.gunadarma.ac.id
Sementara manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses penanganan berbagai masalah yang menyangkut karyawan, buruh, manajer & semua orang yang terlibat di dalam seluruh kegiatan organisasi atau perusahaan. Istilah manajemen sumber daya manusia sering disebut HRD (Human Resource Department).
Departemen Sumber Daya Manusia Memiliki Peran, Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab :
1. Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja / Preparation and selection
a. Persiapan
Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul. Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan / forecast akan pekerjaan yang lowong, jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya.
Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi pasa tenaga kerja, dan lain sebagainya.
b. Rekrutmen tenaga kerja / Recruitment
Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini diperluka analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan / job description dan juga spesifikasi pekerjaan / job specification.
c. Seleksi tenaga kerja / Selection
Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup / cv / curriculum vittae milik pelamar. Kemudian dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja / interview dan proses seleksi lainnya.
2. Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and evaluation
Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.
3. Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / Compensation and protection
kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Kompensasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenaga kerjaan di kemudian hari atau pun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan. Proteksi juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenang sehingga kinerja dan kontribusi perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke waktu.
Sementara itu ada istilah serikat pekerja. Apa gunanya para pekerja mendirikan serikat pekerja?
Melindungi & membela hak & kepentingan para pekerja
Memperbaiki kondisi atau syarat kerja melalui perjanjian kerja dengan pihak manajerial
Membela & melindungi para pekerja & keluarganya bila sakit atau terkena PHK
Mengupayakan agar pihak manajerial berkonsultasi terlebih dahulu dengan para pekerja bila akan membuat keputusan-keputusan penting
Jadi, bila manajer merupakan perwakilan pemilik perusahaan sementara serikat pekerja adalah perwakilan dari para pekerja. Keduanya yang menjembatani setiap keinginan, perbedaan pandangan, dsb dari pihak pemilik perusahaan dengan para pekerja.
Serikat Pekerja sendiri di Indonesia sendiri mengalami perkembangan yang cukup pesat. Di era Orde Baru serikat pekerja yang dianggap sah adalah FSBI (Federasi Buruh Seluruh Indonesia) dengan jumlah anggota sebanyak 21 serikat pekerja dari seluruh Indonesia di tahun 1975. Di tahun 1985 namanya diganti lagi menjadi SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia). Tetapi setelah pemerintahan Orde Baru tumbang, maka jumlah serikat pekerja di Indonesia berkembang pesat dimana-mana. Menurut data Depnakertrans hingga akhir 2009 tercatat ada sekitar 91 federasi serikat dan tiga konfederasi yang diakui pemerintah yakni Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI). KSPSI dibentuk oleh 16 federasi serikat pekerja dengan jumlah anggota sebanyak 1,657 juta orang, sementara KSPI dan KSBSI dibentuk oleh 8 federasi dengan jumlah anggota masing-masing 793 ribu dan 227 ribu orang. Jumlah itu belum termasuk organisasi serikat buruh “jalanan” dan tingkat perusahaan yang tak berafiliasi konfederasi/federasi manapun. Di satu sisi hal ini menunjukkan kemajuan dalam berdemokrasi di lingkungan perusahaan, tetapi di sisi lain ini menyulitkan para pemilik perusahaan karena bila mengadakan pertemuan dengan misalnya salah satu dari serikat pekerja maka serikat pekerja yang sah ini tidak ingin serikat pekerja lainnya diakui karena dianggap tidak sah & tidak terdaftar.
Apabila suatu gabungan atau konfederasi serikat pekerja sudah diakui pemerintah, maka ia berhak untuk mengeluarkan surat resmi tentang pengesahan berdirinya suatu serikat pekerja dalam suatu instansi atau perusahaan. Bila suatu serikat pekerja sudah dinyatakan sah melalui surat pengesahan yang dikeluarkan suatu gabungan atau konfederasi serikat pekerja yang sudah diakui oleh pemerintah tersebut, maka serikat pekerja tersebut akan terdaftar di Dinas Sosial & Tenaga Kerja setempat.
Hukum yang mengatur hubungan antara pihak manajerial dengan para pekerja:
1. Closed Shop Agreement
hanya berlaku bagi karyawan yang telah bergabung dengan serikat pekerja
2. Union Shop Agreement
Mewajibkan para pekerja menjadi anggota serikat pekerja pada rentang waktu tertentu
3. Open Shop Agreement
Memberikan kebebasan pada para pekerja untuk menjadi anggota serikat pekerja atau tidak
Serikat pekerja biasanya akan mengadakan rapat anggota atau kongres untuk memilih kepengurusan yang baru
Sumber: http://organisasi.org
http://www.docstoc.com
http://www.hukumonline.com
http://ocw.gunadarma.ac.id
Manajemen Keuangan Perusahaan
Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian & penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.
Fungsi Manajemen Keuangan:
1. Perencanaan Keuangan
Membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
2. Penganggaran Keuangan
Tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
3. Pengelolaan Keuangan
Menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
4. Pencarian Keuangan
Mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
5. Penyimpanan Keuangan
Mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman.
6. Pengendalian Keuangan
Melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada paerusahaan.
7. Pemeriksaan Keuangan
Melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
Tugas Pokok Manajemen Keuangan:
1. Mendapatkan dana bagi kelangsungan perusahaan
2. Mengelola dana tersebut
3. Membagi keuntungan/laba
Peran & tanggung jawab yang utama dari seorang manajer keuangan adalah mampu membuat anggaran modal.
Apa itu penganggaran modal?
Penganggaran modal adalah suatu proses untuk menganalisis potensi investasi dari aktiva tetap perusahaan.
Apa saja yang termasuk dalam aktiva tetap? Misalnya tanah, gedung, peralatan kantor & pabrik, mesin produksi, kendaraan operasional, dsb.
Bagaimana proses menganalisis potensi investasi dari aktiva tetap? Ada 5 metode yaitu:
1. Periode pembayaran kembali (Payback Period)
yaitu sejumlah tahun yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya suatu proyek. Jadi metode ini mengabaikan arus kas di luar periode pembayaran kembali & tidak memperhitungkan nilai waktu dari uang. Akan tetapi , pembayaran kembali memberikan indikasi mengenai risiko dan likuiditas suatu proyek, karena menunjukkan berapa lama modal yang diinvestasikan akan berada dalam risiko.
2. Metode Pembayaran Kembali Terdiskonto
Metode Pembayaran Kembali Terdiskonto mirip dengan metode pembayaran kembali biasa kecuali bahwa metode ini mendiskontokan arus kas pada tingkat biaya modal proyek. Metode ini mempertimbangkan nilai waktu dari uang tetapi mengabaikan arus kas diluar periode pembayaran kembali.
3. Metode Nilai Sekarang Bersih (NPV)
Metode Nilai Sekarang Bersih mendiskontokan seluruh arus kas pada tingkat biaya modal proyek dan kemudian menjumlahkan arus-arus kas tersebut. Proyek akan diterima jika NPV-nya positif.
4. Metode Pengembalian Internal (IRR)
Metode pengembalian internal didefinisikan sebagai tingkat diskonto yang memaksa NPV proyek sama dengan nol. Proyek akan diterima jika IRR-nya lebih besar daripada biaya modal
5. Metode IRR yang dimodifikasi.(MIRR)
Metode NPV dan IRR akan menghasilkan keputusan penerimaan / penolakan yang sama untuk proyek-proyek yang independen, tetapi jika proyek-proyek tersebut saling eksklusif, maka dapat terjadi konflik peringkat. Jika terjadi konflik peringkat, maka sebaiknya menggunakan metode NPV. Metode NPV dan IRR lebih unggul daripada metode pembayaran kembali, tetapi NPV lebih unggul dari IRR, karena NPV berasumsi arus kas akan diinvestasikan kembali pada tingkat biaya modal perusahaan , sedangkan IRR berasumsi arus kas akan diinvestasikan kembali pada tingkat IRR proyek. Investasi kembali pada tingkat biaya modal umumnya adalah asumsi yang lebih baik karena lebih mendekati kenyataan.
Metode IRR yang dimodifikasi memperbaiki masalah yang terdapat dalam IRR biasa. MIRR melibatkan perhitungan nilai akhir (TV) dari arus kas masuk yang dimajemukkan pada tingkat biaya modal perusahaan dan kemudian menentukan tingkat diskonto yang memaksa nilai sekarang TV menjadi sama dengan nilai sekarang arus kas keluar.
Mengapa perusahaan membutuhkan dana? Karena dalam menjalankan kegiatannya, perusahaan harus mengeluarkan biaya-biaya yaitu:
1. Biaya jangka pendek yaitu biaya yang wajib dikeluarkan perusahaan dalam jangka pendek, contohnya membayar gaji karyawan, membeli bahan baku,membayar rekening listrik, air & telepon
2. Biaya jangka panjang yaitu biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk jangka panjang, contohnya investasi tanah, bangunan, kendaraan operasional, membayar bunga bank bila ada,dsb.
Bagaimana perusahaan dapat memperoleh dana untuk pembiayaannya? Ada banyak usaha yang bisa dilakukan misalnya:
1. Dari modal sendiri atau gabungan modal dari beberapa pemilik perusahaan
2. Perusahaan go public & ikut masuk ke dalam bursa saham
3. Melakukan usaha sampingan seperti menyewakan gedung serbaguna, kendaraan operasional untuk memperoleh tambahan penghasilan
4. Utang bank untuk jangka panjang atau jangka pendek
5. Membeli surat-surat berharga
Sumber: http://organisasi.org
http://geocities.ws
http://www.perfspot.com
Fungsi Manajemen Keuangan:
1. Perencanaan Keuangan
Membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
2. Penganggaran Keuangan
Tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
3. Pengelolaan Keuangan
Menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
4. Pencarian Keuangan
Mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
5. Penyimpanan Keuangan
Mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman.
6. Pengendalian Keuangan
Melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada paerusahaan.
7. Pemeriksaan Keuangan
Melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
Tugas Pokok Manajemen Keuangan:
1. Mendapatkan dana bagi kelangsungan perusahaan
2. Mengelola dana tersebut
3. Membagi keuntungan/laba
Peran & tanggung jawab yang utama dari seorang manajer keuangan adalah mampu membuat anggaran modal.
Apa itu penganggaran modal?
Penganggaran modal adalah suatu proses untuk menganalisis potensi investasi dari aktiva tetap perusahaan.
Apa saja yang termasuk dalam aktiva tetap? Misalnya tanah, gedung, peralatan kantor & pabrik, mesin produksi, kendaraan operasional, dsb.
Bagaimana proses menganalisis potensi investasi dari aktiva tetap? Ada 5 metode yaitu:
1. Periode pembayaran kembali (Payback Period)
yaitu sejumlah tahun yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya suatu proyek. Jadi metode ini mengabaikan arus kas di luar periode pembayaran kembali & tidak memperhitungkan nilai waktu dari uang. Akan tetapi , pembayaran kembali memberikan indikasi mengenai risiko dan likuiditas suatu proyek, karena menunjukkan berapa lama modal yang diinvestasikan akan berada dalam risiko.
2. Metode Pembayaran Kembali Terdiskonto
Metode Pembayaran Kembali Terdiskonto mirip dengan metode pembayaran kembali biasa kecuali bahwa metode ini mendiskontokan arus kas pada tingkat biaya modal proyek. Metode ini mempertimbangkan nilai waktu dari uang tetapi mengabaikan arus kas diluar periode pembayaran kembali.
3. Metode Nilai Sekarang Bersih (NPV)
Metode Nilai Sekarang Bersih mendiskontokan seluruh arus kas pada tingkat biaya modal proyek dan kemudian menjumlahkan arus-arus kas tersebut. Proyek akan diterima jika NPV-nya positif.
4. Metode Pengembalian Internal (IRR)
Metode pengembalian internal didefinisikan sebagai tingkat diskonto yang memaksa NPV proyek sama dengan nol. Proyek akan diterima jika IRR-nya lebih besar daripada biaya modal
5. Metode IRR yang dimodifikasi.(MIRR)
Metode NPV dan IRR akan menghasilkan keputusan penerimaan / penolakan yang sama untuk proyek-proyek yang independen, tetapi jika proyek-proyek tersebut saling eksklusif, maka dapat terjadi konflik peringkat. Jika terjadi konflik peringkat, maka sebaiknya menggunakan metode NPV. Metode NPV dan IRR lebih unggul daripada metode pembayaran kembali, tetapi NPV lebih unggul dari IRR, karena NPV berasumsi arus kas akan diinvestasikan kembali pada tingkat biaya modal perusahaan , sedangkan IRR berasumsi arus kas akan diinvestasikan kembali pada tingkat IRR proyek. Investasi kembali pada tingkat biaya modal umumnya adalah asumsi yang lebih baik karena lebih mendekati kenyataan.
Metode IRR yang dimodifikasi memperbaiki masalah yang terdapat dalam IRR biasa. MIRR melibatkan perhitungan nilai akhir (TV) dari arus kas masuk yang dimajemukkan pada tingkat biaya modal perusahaan dan kemudian menentukan tingkat diskonto yang memaksa nilai sekarang TV menjadi sama dengan nilai sekarang arus kas keluar.
Mengapa perusahaan membutuhkan dana? Karena dalam menjalankan kegiatannya, perusahaan harus mengeluarkan biaya-biaya yaitu:
1. Biaya jangka pendek yaitu biaya yang wajib dikeluarkan perusahaan dalam jangka pendek, contohnya membayar gaji karyawan, membeli bahan baku,membayar rekening listrik, air & telepon
2. Biaya jangka panjang yaitu biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk jangka panjang, contohnya investasi tanah, bangunan, kendaraan operasional, membayar bunga bank bila ada,dsb.
Bagaimana perusahaan dapat memperoleh dana untuk pembiayaannya? Ada banyak usaha yang bisa dilakukan misalnya:
1. Dari modal sendiri atau gabungan modal dari beberapa pemilik perusahaan
2. Perusahaan go public & ikut masuk ke dalam bursa saham
3. Melakukan usaha sampingan seperti menyewakan gedung serbaguna, kendaraan operasional untuk memperoleh tambahan penghasilan
4. Utang bank untuk jangka panjang atau jangka pendek
5. Membeli surat-surat berharga
Sumber: http://organisasi.org
http://geocities.ws
http://www.perfspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)